SMPN 1 Rengel Gelar Sosialisasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN)
SMPN 1 Rengel menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) pada Senin, 15 Juni 2026, bertempat di Laboratorium Fisika SMPN 1 Rengel. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Komite beserta anggota, Forkopimcam, bapak dan ibu guru, tenaga administrasi sekolah (TAS), perwakilan wali murid, serta Tim Sahabat Hebat dari perwakilan kelas.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan penguatan semangat kebangsaan.
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 1 Rengel, Bapak Drs. Bambang Iswanto, menyampaikan pentingnya membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman guna mencegah berbagai perilaku negatif, seperti perundungan (bullying) dan bentuk kekerasan lainnya. Beliau menegaskan bahwa terwujudnya lingkungan sekolah yang aman merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, peserta didik, hingga dukungan dari orang tua, komite sekolah, Koramil, Babinsa, Polsek, dan Puskesmas.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Ibu Sri Rejeki, S.Pd. dengan tema “Menciptakan Ruang Tumbuh yang Inklusif, Ramah, dan Bebas Kekerasan.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan latar belakang dan urgensi penerapan BSAN, pengertian serta tujuan program, serta berbagai akar permasalahan yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti perundungan yang dapat menimbulkan efek domino jangka panjang bagi perkembangan peserta didik.
Selain itu, disampaikan pula tantangan dalam penguatan karakter bangsa yang saat ini dihadapi generasi muda, antara lain kecanduan gawai, judi online, gangguan kesehatan mental, penyalahgunaan narkoba, pornografi dan eksploitasi, serta meningkatnya kasus obesitas pada anak.
Narasumber juga menjelaskan prinsip-prinsip penyelenggaraan BSAN yang meliputi pendekatan humanis, komprehensif, partisipatif, mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, nondiskriminatif, inklusif, berkeadilan gender, harmonis, dan berkelanjutan. Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kelompok kerja BSAN yang mencakup penguatan tata kelola, edukasi warga sekolah, penguatan peran seluruh warga sekolah, respons dan penanganan pelanggaran, tanggung jawab pemerintah, serta peran para pemangku kepentingan, termasuk orang tua dan komite sekolah.
Sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara sekolah dengan pihak-pihak terkait.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Suwito, S.Ag. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari para peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah dan pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan demi mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Spensar Rukun, Belajar Nyaman, Prestasi dalam Genggaman!

-100x100.webp)
